Masalah Anak Jaman Sekarang

Juni 17, 2009

Seperti ini kah masalah anak-anak jaman sekarang?

psikologi anak

(foto diambil di sebuah toko buku terkenal di indonesia)

 


Balada Kolong Semanggi

Juni 13, 2009

Bagi pengendara motor yang pernah melalui jalan sudirman pasti tidak asing dengan kolong jembatan semanggi di depan plaza semanggi. Karena hanya jika kita masuk jalur lambat saja, kita dapat melewati jalan tersebut. Sebelumnya saya perhatikan jalan tersebut berkali-kali rusak dan berkali-kali itu pula diperbaiki dengan diaspal kembali. Tetapi naasnya setiap kali hujan, aspal yang telah dibenamkan ke jalan tersebut terkelupas dan hanyut bersama air. Fenomena ini yang membuat kita berpikir, mengapa hal tersebut terjadi berulang-ulang, (mungkin sudah dari jaman orde lama yah?) Bukankah menurut peribahasa keledai tidak terjatuh dua kali di lobang yang sama? Bukan bermaksud menyamakan manusia dengan keledai, akan tetapi saya hanya tidak habis pikir jika ada orang yang tidak mau belajar dari pengalaman.

Menurut analisa saya (IMHO), gorong2 di sekitar jalan tersebut terlalu kecil dan tidak mampu menampung debit air hujan yang terlalu banyak. Sehingga air terus menerus menggenang, bahkan sampai setengah hari. Setelah bertahun-tahun terjadi demikian, kini tampaknya pengelola jalan tersebut lebih kreatif, yaitu dengan mengganti aspal dengan jalan yang terbuat dari beton. Hal ini mungkin berhasil meningkatkan ketahanan jalan terhadap air hujan. Tapi apakah air tidak akan menggenang lagi? Kita lihat saja nanti.


Kasus Ibu Prita dan J-Dorama

Juni 4, 2009

Melihat perkembangan kasus ini saya jadi tertarik untuk mencari dan membaca berita selengkapnya mulai dari asal muasal kasus ini. Mulai dari bagaimana Ibu Prita mengungkapkan kekesalannya atas ketidakbecusan RS bertaraf internasional dalam merawat (melayani) pasiennya sampai ke tuntutan yang dilayangkan RS Omni atas pencemaran nama baik dan fitnah yang dituduhkan pada ibu prita. Dengan asumsi kasus ini seperti sebagaimana ditutrkan ibu Prita dalam emailnya saya pribadi berpendapat adanya salah diagnosa yang berujung malpraktek pada kondisi ibu Prita pada saat itu.
hal ini mengingatkan saya pada J-Dorama, drama jepang yang berjudul “taiyo wa shizumanai” atau terjemahan inggrisnya “sunshine forever” atau “sun will never set”. Dalam dorama ini dikisahkan bahwa ibu sang tokoh utama meninggal di rumah sakit setelah beberap jam dilarikan kesana akibat sakit pada perutnya. Diagnosa dokter pada waktu itu adalah korban meninggal karena kelelahan. Adapun tokoh utama disini tidak mempercayai keterangan dari rumah sakit tersebut karena dalam proses krematorium ibunya ditemukan pisau bedah yang kemungkinan sebelumnya berada pada perut sang ibu. Hal ini yang memberanikan anak yang duduk di sekolah menengah atas itu melakukan tuntutan hukum kepada pihak RS atas kematian ibunya.
Ternyata usut punya usut, pihak RS melakukan kesalahan diagnosa, yaitu salah membaca rekam medik pasien. Ibu tersebut yang seharusnya cuma sakit maag. Akan tetapi rekam mediknya tertukar dengan pasien lain yang ternyata didiagnosa menderita usus buntu akut. Karena dalam proses operasi dokter tidak menemukan penyakit pada usus buntunya. Akhirnya tim dokter tersebut panik dan segera menutup jahitan di perut sang ibu dengan meninggalkan pisau bedah disana.
Kasus ini di peradilan akhirnya dimenangkan oleh sang anak, dan pihak RS mengakui bahwa mereka melakukan kesalahan diagnosa. Akan tetapi pihak RS tidak menuntut balik si pelapor, nah disini bedanya.
Semoga nanti kasus ini dapat diselesaikan dengan cara baik, dan happy ending untuk bu prita sekeluarga. Amiin


Pricing yang aneh dari Buavita

Mei 24, 2009

buavita

Salam super,
Blog ini ditulis di sela-sela kejenuhan persiapan belajar untuk ujian akhir semester tujuh ini… (belom belajar aja dah jenuh, hahaha)
Suatu ketika saya membeli snack ke mini market di sebelah rumah. Sesaat pandangan saya tertuju pada minuman sari buah berlabel buavita, label yang baru-baru ini menjadi perbincangan karena diakuisisi indofood dari ultra jaya,  menggelitik saya untuk berpikir lebih lanjut.. Ada sesuatu yang aneh…
1. Untuk kemasan mini 250ml dihargai Rp3.600
2. Sedangkan kemasan family pack berisi 1000ml diberi harga Rp18.500
hehehe… Kira-kira apa yang membuat perbedaan harga tersebut begitu mencolok yah?
Rp3.600 x 4 = Rp14.400
18.500-14.400=4.100
Jadi kalo beli ukuran mini pack 250 ml dengan harga family pack bisa dapat 5 buah which is 1250 ml. Masih ada kembalian lagi 500 rupiah….


Derby Della Madonnina (bagian satu)

Februari 15, 2009

milaninter-reuters2851Derby dalam sepakbola dapat diartikan sebagai pertemuan antara dua klub yang berasal dari daerah yang sama. jadi bukannya penyanyi remaja yang temennya sherina ituh. Sedang de la madonina adalah bahasa italia yang kurang lebih berarti madonna kecil atau little madonna, dilambangkan oleh sebuah patung virgin mary yang terdapat di jantung kota Milan.

 

Jadi jika dirangkai kurang lebih berarti pertemuan antara dua klub sepakbola sekota di Milan yang memperebutkan prestise yang terbaik di Milan. Nah julukan ini disematkan pada pertemuan antara Inter Milan dan AC Milan, yang sejak tahun 1908 hanya absen selama 2 tahun karena Milan terdegradasi ke Serie B.

Selama Serie A berlangsung derby antara dua klub ini terselenggara 171 kali dengan 61 kali dimenangkan Internazionale, 58 kali dimenangkan AC Milan dan 52 sisanya adalah draw, untuk lebih lengkapnya baca disini.

Nah di Indonesia laga ini dapat disaksikan nanti malam sekitar pukul 2 malam WIB. Jadi bagi anda yang berniat untuk menonton jangan lupa pasang wekernya. Saya sendiri berniat untuk nonton juga nanti malam, semoga tidak kebablas tidur sampai pagi.

Reportase akan saya ulas di tulisan bagian selanjutnya. Selamat Menonton.


Kuliah lagi di Jakarta

Februari 3, 2009

Sejak 19 januari lalu saya masuk kuliah lagi di kampus STAN bintaro, sebenernya sih alamat lamanya adalah jalan ceger raya jurangmangu, pd aren tangerang. Akan tetapi mungkin agar keliatan lebih bonafit dan mudah aksesnya akhirnya jalan masuknya dipindahkan ke Bintaro yang notabene adalah kompleks perumahan elite. Jika anda berkunjung ke kampus STAN melalui jalan ceger, maka akan anda temui gedung P yang merupakan sekretariat menghadap ke anda, lengkap dengan taman dan tiang benderanya juga. Hal ini bukan isapan jempol belaka, dosen sendiri yang menceritakannya di depan kelas, dia menceritakan bagaimana susahnya membujuk pengembang perumahan untuk dapat mengijinkan kampus memindahkan alamatnya ke bintaro.
Kesan pertama saya masuk kampus ini tidak ubahnya dengan bertemu teman lama, ada perasaan senang, malu-malu, kaget, bangga (karena sudah tidak ada lagi kambing dan kerbau yang berkeliaran di sekitar kampus, hahaha) dan berbagai macam perasaan lainnya. Well, setidaknya kampus ini telah berjasa mendidik ahli-ahli dalam bidang keuangan yang sekarang diperkerjakan di departemen keuangan dan instansi terkait lainnya. Saya tidak bilang termasuk saya lho, jangan salah sangka, hehehe. Akan tetapi ternyata menikmati nostalgia tidak ada salahnya, seperti tertegunnya saya melihat tempat dimana dulu saya dan teman-teman seangkatan beraktivitas ternyata masih ada dan digunakan pula oleh adik kelas kami sekarang. Sungguh mengingat kenangan di masa lalu, yang walau baru 4 tahun berlalu akan tetapi sudah terasa lama, menyenangkan.
Sesuatu yang membuat saya agak kaget dan sekaligus kesal adalah melihat kenyataan bahwa pendidikan bukan merupakan prioritas utama bagi pengambil keputusan di kampus ini. Hal ini terbukti dari sarana belajar mengajar yang kami pakai masih kurang layak. Ruang kelas yang nyaman, dan meja serta kursi belajar yang bersih serta terlihat terawat tidak kami temui. Sebelumnya saya berpikir bahwa kesabaran kami sewaktu kuliah D3 telah menemui hasilnya, akan tetapi sepertinnya kesabaran itu harus berlanjut saat ini. Kampus STAN tidak seperti kampus lainnya yang notabene kampus ini berusaha menyenangkan mahasiswanya dengan meminjami buku dan literatur yang digunakan dalam proses belajar mengajar di kampus. Akan tetapi kemampuan literatur tersebut untuk menyesuaikan dengan jaman tidak diupdate. Sehingga banyak diantara literatur yang penting tersebut ditemukan dalam kondisi yang tidak terawat dan terlambat dua edisi dari edisi yang terbaru.
Bukan hanya itu, salah seorang dosen bercerita bahwa sekarang ini memang sudah ada perbaikan di kampus ini. salah satunya adalah dosen tersebut dihubungi untuk mengajar hari pertama pada 3 hari sebelum kuliah pertama dimulai. Dahulu biasanya dosen tahu dari mahasiswanya sendiri bahwa dia mendapat kesempatan mengajar di kampus. Jadi otomatis hari pertama masuk kuliah dosen tidak dapat mengajar. Dan hal ini membuang sekali kesempatan untuk mendapatkan pengajaran. Sungguh terlalu.
Cerita tentang perkuliahan bukan hanya seputar kampus akan tetapi juga berkenaan dengan cerita seputar bagaimana mencapai kampus. Jika kuliah dimulai jam 8, maka saya yang notabene sekarang berdomisili di daerah Utan Kayu harus berangkat jam 6.00 paling telat jam 6.30 agar tidak terlambat memasuki kelas. Jam keberangkatan tersebut sudah dihitung dengan beban kontinjensi yang akan terjadi di jalan seperti, adanya tuntutan ganti rugi dari pengguna jalan yang saya tabrak atau terjebak oleh kemacetan. Kenapa kok seakan-akan susah ya, padahal mungkin kalian yang telah lama tinggal di Jakarta sudah menganggap hal tersebut biasa. Well, perlu saya ingatkan kembali bahwasanya saya adalah termasuk gelombang urbanisasi, pindahnya orang dari desa ke kota. Jadi maklum sajalah kalo terjadi sedikit culture shock. Jalan yang biasanya lengang di tempat tinggal saya dulu berubah menjadi parkiran kendaraan yang banyak asapnya. Kenapa saya sebut tempat parker? Karena begitulah keadaannya jika macet. Hehehehe.
Tapi setelah hampir 2 minggu menjalani bolak-balik Utan Kayu – Bintaro, yang sebenarnya hanya berjarak tempuh 25 Km, maka semakin terbiasa pulalah saya untuk menyelami lautan kendaraan di jalan raya Jakarta. Alhasil jika beruntung mungkin waktu tempuh bias diperpendek menjadi 1 jam 10 menit. Well untuk lebih jelasnya mungkin kelak akan saya buatkan tulisan tersendiri tentang jalan raya beserta manner di jalan raya.


Resolusi Tahun Baru

Desember 31, 2008

Saya kurang paham juga dengan arti tahun baru, mengapa harus dirayakan dan mengapa dianggap sesuatu yang spesial. Bagi saya tahun baru ialah sebatas mengganti kalender dan tutup buku serta memulai anggaran di tahun yang baru nanti.
Jika menilik kembali alasan-alasan mereka yang menganggap pergantian tahun spesial adalah mungkin karena pergantian tahun ini adalah semacam momentum untuk memulai perubahan di tahun yang baru. Tentunya perubahan tersebut ke arah perbaikan. Akan tetapi cukup kuatkah momentum tahun baru ini untuk meneruskan gaya yang bergerak ke arah kebaikan ke waktu selanjutnya. Saya pribadi pesimis dengan hal ini. Mungkin momentum itu bisa kita dapatkan bukan hanya pada pergantian tahun saja, melainkan setiap saat. Lebih bagus lagi jika momentum tersebut bisa kita dapatkan pada setiap pagi ketika kita bangun. Sehingga hal yang kita resolusikan untuk terjadi di tahun tersebut akan lebih terekam di otak kita seperti pernyataan misi yang diusulkan bapak beranak Covey dalam bukunya 7 habbit for efective people and teens.
Adapun pernyataan misi itu bentuknya terserah kita, tidak ada yang baku dalam membuat pernyataan misi ini. Yang paling penting adalah pernyataan ini dapat menginspirasi kita dan dapat menuntun kita ke arah yang kita inginkan.
demikian kiranya postingan saya di hari terakhir 2008, adapun postingan yang saya buat hari ini seakan spesial hanya karena otak melankoli menginginkan seperti itu. hahaha


hiatus dan tips untuk tidur

Desember 15, 2008

Senang rasanya mendapati ada orang yang merindukan kita, senang rasanya disambut dengan senyum manis dan keceriaan di kala kita hadir kembali. Seperti sambutan istri dan anak ketika ayahnya kembali dari perjalanan jauh. Begitu juga yang saya rasakan dalam hiatus blog hampir sebulan ini. Mungkin karena pekerjaan yang terlalu banyak membebani sehingga meluangkan waktu lima sampai sepuluh menit untuk menulis sesuatu yang dapat ditayangkan di blog saja susah sekali. Dalam satu bulan ini jika ada waktu kosong lebih banyak saya gunakan untuk istirahat atau berkumpul dengan keluarga. Akan tetapi mengakhiri hiatus ini saya harapkan berbuah baik untuk meramaikan blog ini.. hehehe

Tubuh lelah paling banyak didominasi oleh pikiran, banyaknya beban pikiran membuat badan serasa lemas. Jika sudah begitu biasanya yang sangat kita inginkan adalah istirahat. Bagi saya pribadi istirahat terbaik adalah tidur. Saya tidak membutuhkan waktu banyak untuk tidur, cukup 4-5 jam sehari sudah membuat badan segar. Dengan syarat tidurnya juga harus optimal. Akan tetapi merupakan tidur optimal akan menjadi pekerjaan yang sungguh sulit untuk dilakukan jika perasaan kita tidak tenang. Terkadang pada tahap yang sudah akut hal ini dapat menyebabkan terjadinya insomnia atau gangguan susah tidur.

Saya terkenal dengan mampu tidur dimanapun dan tanpa terganggu. Jadi jika ada kebakaran pun saya jarang sekali bisa bangun disela2 tidur. hehehe. Akan tetapi hal ini juga membuat tidur saya optimal dan segar setelah bangun.

Jika anda mengalami susah tidur, tenangkan diri anda tarik nafas panjang dan lepaskan serta merta. Dengan terfokus pada pikiran dengan terhembusnya nafas kita maka berkurang pula beban kita. lakukan hal tersebut dengan berulang ulang sehingga badan menjadi relaks. Untuk kemudian rebahkan diri anda pada kasur yang empuk dan buat diri anda nyaman. Jika anda ingin segera tidur maka pikiran anda jangan terfokus pada keinginan anda untuk segera tidur karena hal tersebut akan membuat adrenalin anda meningkat dan anda akan lebih susah lagi untuk tidur. jika anda tidak dapat mengosongkan pikiran maka berpikir saja yang ringan-ringan seperti isi blog saya ini hehehe. InsyaAllah tak lama kemudian anda bisa tertidur. selamat mencoba.


Antri, indikator kemajuan peradaban manusia

Oktober 17, 2008

Beberapa hari yang lalu saya bersama istri sepulang dari kantor, sekitar jam 5 sore, membeli perlengkapan rumah dan logistik di sebuah supermarket kecil, masih bertempat diseputar kota kendari. Setelah memilih barang yang akan dibeli alhasil saya mengantri untuk membayar di kasir. Karena kelupaan sesuatu maka belanjaan dibawa oleh istri saya dan saya pergi mengambil barang yang tertinggal. kemudian tidak lama setelah saya pergi, ada orang sekonyong-koyong melewati istri saya yang tengah menurunkan belanjaan dan langsung menuju kasir. Istri saya dengan terheran-heran melihat dan memperingatkan orang itu. Akan tetapi entah karena bahasa indonesia yang kami gunakan tidak dimengerti oleh orang tersebut ataukah ada maksud lain yang kami tidak ketahui, dia tetap saja bergeming. Beruntung sang kasir memahami dan mengetahui maksud kami yang memang telah mengantri terlebih dahulu. Dan akhirnya dia lebih memilih untuk melayani kami daripada orang yang menyerobot tersebut.

Hal seperti ini tidak hanya satu dua kali terjadi melainkan hampir setiap kali kami mengantri sesuatu pasti ada kejadian seperti ini. Pelaku dari penyerobotan tersebut bukan hanya satu dua orang, melainkan banyak orang. Saya mengerti akan kondisi darurat, akan tetapi yang saya tidak mengerti adalah komunikasi yang sangat parah di sini. Kalau saja kebutuhan mereka (refer to: si penyerobot) lebih mendesak, maka mungkin saya pribadi dapat mengerti dan mengikhlaskan jatah saya diambil oleh mereka.

Melihat kehidupan kota secara keseluruhan saya jadi menyimpulkan apakah kemampuan untuk tertib antri adalah indikator kemajuan suatu peradaban. Mengapa saya menyimpulkan seperti itu, karena orang maju dan beradab menginginkan suatu kedamaian dan kesejahteraan hidup. Hal tersebut tidak akan pernah tercapai secara adil dan merata jika terjadi banyak konflik. Dan terkadang terus-menerus mengalah juga bukan solusi yang baik dalam pembelajaran untuk mempertahankan hak kita. Jadi kesimpulannya hargai hak orang lain serta komunikasikan pendapat dengan baik, InsyaAllah bangsa ini dapat menuju peradaban yang lebih baik. Amin.


Birthday Party

Oktober 14, 2008

Kemarin malam di salah satu resto jepang yang ada di kendari diadakan birthday party, saya dan istri turut diundang juga.

Disebelah ini foto kami semua minus saya yang lagi ngambil gambar dan Amna yang berulang tahun yang lagi bayar makanan. Dari kiri ke kanan ada Siska, Nabila, Mamanya Nabila, EKy, Pak Koko, Eda, Ficky.

Setelah nemenin papa dan mamanya makan Nabila yang digendong tante siska bobo terus sepanjang kita berada di Mall. Walau suasana Mall sedang bising, karena kebetulan food courtnya bersebelahan dengan arena bermain, dia tetap saja bobo dengan pulasnya seakan tidak terganggu oleh kebisingan anak2 yang bermain di situ.

Oiya ini foto satu lagi yang menampilkan pihak yang mengundang, saya bakalan kena getok kalo gak nampilin, udah ditraktir eh malah kagak ditampilkan, hahaha. Yang berulang tahun berada di paling kanan foto ini. Foto ini tak lupa juga diwarnai aksi narsis istri saya (ehm. maaf), mamanya Nabila yang walau sudah beranak satu tapi tetep trendy dan cantik (biar gak digetok sampai di rumah).

Acara tersebut berakhir jam 9 dengan penutup belanja tentunya, suatu hal yang entah mengapa disukai oleh kaum wanita. Padahal kan menghabiskan banyak sumber daya, iya gak sih? ha ha ha

At last, happy birthday friends, wish u all the best.