Kendari nomor satu
Kemarin pagi sebelum berangkat kantor, saya sempat melihat berita di metro TV tentang kota tempat tinggal saya sekarang. Setelah dijejali berita kerusuhan anta mahasiswa di Kampus Universitas Haluoleo, maka ada kabar baru lagi bahwa kendari didaulat sebagai peringkat satu diantara kota di seluruh indonesia. Tapi selanjutnya membuat saya mengurungkan niat untuk bersuka cita, ternyata peringkat satu itu didapatkan dari kenaikan inflasi yang mencapai 6,49 persen. Dan hal ini konon tertinggi di indonesia untuk bulan Juni 2008 (Baca beritanya).
Yah seperti tulisan saya sebelumnya, banyak yang menjadikan alasan mengapa bisa terjadi seperti ini. Alasan yang terkait jalur distribusi yang memang panjang dan sulit bisa dipahami, akan tetapi banyak alasan-alasan lain yang melatarbelakangi naiknya harga kebutuhan pokok ini. Salah satunya adalah ulah spekulan. Hmm, rupanya banyak yang ingin mengambil keuntungan di air keruh, hal ini terbukti harga barang sudah naik sesaat setelah pemerintah mengumumkan rencana kenaikan BBM. Apalagi coba jika bukan ulah spekulan. entah itu spekulan harga kebutuhan, distributor, maupun spekulan-spekulan yang lain.
Seperti pada saat ini BBM langka, sudah hampir seminggu lebih antrian di SPBU tidak putus-putus. Bahkan suatu ketika antrian tersebut mencapai hitungan Km dengan 2 lajur, bayangkan! Ironisnya ketika saya mengobrol bisa dengan seorang bapak-bapak sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya). Beliau tinggal tidak jauh dari SPBU, beliau mengaku punya stok premium lebih dari 1000 liter. Wow! Ketika saya sindir bahwa dia termasuk ilegal menimbun BBM. Dia bilang ini tidak bermotif mencari keuntungan akan tetapi jaga2 jika memang BBM langka, dia masih bisa menggunakan kendaraannya tanpa takut kehabisan. Di akhir obrolan kita, dia bilang percuma mas kalo nimbun, keuntungan yang didapat nantinya akan tidak sebanding dengan tingkat inflasi. Loh ni bapak-bapak penimbun BBM, ahli ekonomi atau peramal? hal ini yang berkecamuk di pikiran saya sepeninggal bapak itu. Ataukah dia george soros yang menyamar? Wallahua’lam bishowab.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 3 Komentar »
