Fenomena Es Kelapa Muda

Standar

kelapa mudaAkhir-akhir ini di kota tempat saya tinggal, Kendari, jangan tanya itu dimana. Kalo gak tau liat peta ajah! Banyak menjamur pedagang es kelapa muda. Euforia ini dimulai dari romadhon kemarin, karena setiap menunggu berbuka atau istilah kerennya ngabuburit banyak ditemui pedagang minuman maupun makanan berbuka puasa/takjil. Banyak diantara pedagang tersebut yang menawarkan es kelapa muda sebagai sajian utamanya. Hal itu dikarenakan Kendari adalah kota pantai dan banyak sekali ditemui pohon kelapa dipinggir pantai.

Tapi sekarang ini benar-benar tidak lazim, entah karena permintaan masih tinggi atau penawaran kelapa muda yang masih banyak menghasilkan industri kaki lima ini bertumbuh dengan pesat. Dan herannya ada inovasi baru, setidaknya di Kendari, berjualan es kelapa muda dengan menggunakan mobil van. Dan yang lebih hebat lagi, ketika diwawancarai salah satu media cetak terbitan lokal, dia menyatakan akan membuka setidaknya 30 unit lagi di daerah Kendari dan sekitarnya.

Begitu doyannya kah masyarakat kendari dengan es kelapa muda, ataukah hanya spekulasi dari pedagang kaki lima tersebut. Tapi yang jelas salah satu yang menyenangkan hati saya adalah setidaknya ini dapat membuka lapangan pekerjaan baru dan dapat mengurangi tingkat pengangguran ataupun kemiskinan jika berhasil. Tetapi yang membuat saya gusar, diantara banyaknya pedagang itu banyak kualitas dan kebersihannya kurang terjaga. Ternyata bukan saya saja yang gusar, tapi walikota juga sependapat dengan saya! Pedagang kakilima yang nomaden secara keseluruhan dapat mengganggu usaha pemkot Kendari untuk mencapai piala Adipura, ini menurut beliau. Jadi Walikota getol menyuruh satpol pp untuk menertibkan mereka.

Diantara banyaknya pedagang es kelapa muda di kendari, yang saya rekomendasikan hanya satu yaitu es kelapa muda RRI. Hanya dengan 3000 rupiah kita dapat menikmati es kelapa muda plus royal jelly dan susu serta ada tambahan yang menurut saya merupakan inovasi yang sungguh brilian. Yaitu dengan menambahkan sedikit perasan jeruk nipis pada minuman tersebut. Dan rasanya… Wuiih, seger banget, asli! Apalagi kalo diminum setelah pulang ngantor ataupun istirahat makan siang. Pedagang di gerobak itu mulai menggelar dagangannya sejak pukul 09:00 sampai 17:00, karena setahu saya kalo saya pulang kantornya telat (diatas jam 5) udah gak kebagian.

Sayangnya untuk beberapa hari ini saya akan ada tugas keluar kota, jadi untuk sementara tidak bisa menikmati segarnya es tersebut. Dan juga gak bisa moderasikan komen temen2 nih, maaf banget yah.

12 thoughts on “Fenomena Es Kelapa Muda

  1. Mmhhhh… segernya liat poto es klamud di gelas yang bening. Apalagi pake ditambahin kata2 ‘Yaitu dengan menambahkan sedikit perasan jeruk nipis pada minuman tersebut. Dan rasanya… Wuiih, seger banget, asli! Apalagi kalo diminum setelah pulang ngantor ataupun istirahat makan siang.’
    Wah, bisa nggantiin Pak Bondan kamu Do😀

    Tentang Pak Walikota yg sependapat ma kamu…Mmmm… (Kebayang Pak Wali ngomong di harian lokal: “Saya sependapat dengan sodara Edo…” Trus kamu disampingnya sambil ditepuk2 pundakmu..) Wakakakakkkk!!

  2. rwidagdo

    @Siskasiska : Sedikit kecele yah? Bahasa jawanya Nggelethek.. Udah jadi nyobain kan? Gimana enak gak?
    @Jams : Sayangnya pas km kesini belum sempet kesana yah? Wah, boleh tu pak Bondan… hehehe.
    wah tau gitu sekalian aku upload guntingan korannya yah? hehehe
    @Xero : Iya nih, banyak yang jual tapi yang enak cuma dikit…

  3. Katanya menjamur akhir2 ini,tp mengacunya ke bulan ramadhan. Jauh banget itu do!
    Kalo aku lebih suka es kelapa muda pake gula merah. Lebih mak nyuss!

  4. rwidagdo

    @adis: ini juga pake gula merah dis.. akhir2 ini tapi awalnya itu pas bulan romadhon dan sampai sekarang terus meningkat. hehehe gitu gan…

  5. @adis: kelapa muda pake gula merah emang maknyoss banget apa lagi klo di minum di siang bolong yang panas. Waduh seger nya

    Maap mas rwidagdo ikut nimbrung neehh. Btw salam kenal ya.

    Aduhh jadi kepingin es kelapa muda neehh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s