Kecap No. 1

Standar

Kita sering mendengar ada ungkapan kecap nomor satu, ungkapan ini adalah untuk menunjukkan promosi kita terhadap sesuatu produk yang kita hasilkan bahwa produk kita adalah yang terbaik diantara produk sejenis yang beredar. Tapi kenapa kecap? Kenapa bukan obat nyamuk nomor satu ataukah spidol nomor satu atau bahkan kancut (pakaian dalam) nomor satu.

Alasan menggunakan produk kecap sebagai tagline adalah pengertian saya bahwa kecap merupakan produk murah meriah, konon kecap tidak ada kadaluarsanya. Jadi kalo memang sudah kadaluarsa di kemasan kecil maka kecap akan dijual sebagai kecap curah. Satu lagi, masalah selera penikmat kecap tersebut. Diferensiasi dari pembeli produk kecap pun banyak jumlahnya, dari yang suka kecap yang kental dan hitam, sampai penyuka kecap murah dan tidak tersohor yang tersedia di warung-warung sebagai teman menikmati soto.

Kata kecap yang dimaksud di tagline tersebut bias juga kata yang berarti ngomong, atau bahasa jawanya ngecap, e-nya dibaca seperti membaca echo bukan seperti e dalam elang. Ngecap juga bisa diartikan mempromosikan sesuatu tapi tanpa dasar yang jelas, pokoknya bagus!

Kecap dengan pelafalan huruf e seperti dalam kata elang juga bisa berarti indra perasa yang ada pada lidah, atau secara singkatnya berarti selera.

Dari pengertian diatas dapat kita pahami dengan adanya multitafsir tentang kecap tersebut membuktikan bahwa ungkapan ini memang tepat digunakan untuk mengandaikan sesuatu yang dipromosikan nomor satu tanpa disertai dengan alasan yang jelas dan data yang shohih.

Hal ini menjadi masalah ketika adanya keinginan dari kita untuk berpindah membeli sesuatu berdasarkan promosi yang jelas-jelas subyektif. Tidak ada promosi yang akan menjelekkan produknya sendiri. Setelah kita membeli barulah kita sadar bahwa produk tersebut tidak senikmat promosinya. Sejenak kita merasa tertipu oleh promosi tersebut.

Jadi jangan terpancing, ikuti selera anda dalam membeli sesuatu dan jangan terpancing promosi dari produsen tersebut, niscaya anda akan selamat. Tidak merasa tertipu maupun dibohongi dengan promosi tersebut. Atau jika bosan dan ingin mencoba, belilah kemasan yang paling kecil sehingga jika anda tidak suka tinggal buang saja, toh tidak mahal. Sekali lagi ini masalah selera.

6 thoughts on “Kecap No. 1

  1. Dari kuliah mpe sekarang aq g jauh2 dari yg namanya “ngecap” Do.
    Kalo dulu: Ngecap tiap kali UTS/UAS
    Sekarang: Ngecap Surat ama SPPD Hehehehe
    Bdw, kalo orang Medan mah… mau bilang elang juga e nya kyk gt2 juga hahahahaha…

  2. Jika ingin membeli kecap, perhatikan harganya. Jangan sampe kecap yang kita beli harganya terlampau muahal nanti bisa mbuat kita jadi tekor…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s