Antri, indikator kemajuan peradaban manusia

Standar

Beberapa hari yang lalu saya bersama istri sepulang dari kantor, sekitar jam 5 sore, membeli perlengkapan rumah dan logistik di sebuah supermarket kecil, masih bertempat diseputar kota kendari. Setelah memilih barang yang akan dibeli alhasil saya mengantri untuk membayar di kasir. Karena kelupaan sesuatu maka belanjaan dibawa oleh istri saya dan saya pergi mengambil barang yang tertinggal. kemudian tidak lama setelah saya pergi, ada orang sekonyong-koyong melewati istri saya yang tengah menurunkan belanjaan dan langsung menuju kasir. Istri saya dengan terheran-heran melihat dan memperingatkan orang itu. Akan tetapi entah karena bahasa indonesia yang kami gunakan tidak dimengerti oleh orang tersebut ataukah ada maksud lain yang kami tidak ketahui, dia tetap saja bergeming. Beruntung sang kasir memahami dan mengetahui maksud kami yang memang telah mengantri terlebih dahulu. Dan akhirnya dia lebih memilih untuk melayani kami daripada orang yang menyerobot tersebut.

Hal seperti ini tidak hanya satu dua kali terjadi melainkan hampir setiap kali kami mengantri sesuatu pasti ada kejadian seperti ini. Pelaku dari penyerobotan tersebut bukan hanya satu dua orang, melainkan banyak orang. Saya mengerti akan kondisi darurat, akan tetapi yang saya tidak mengerti adalah komunikasi yang sangat parah di sini. Kalau saja kebutuhan mereka (refer to: si penyerobot) lebih mendesak, maka mungkin saya pribadi dapat mengerti dan mengikhlaskan jatah saya diambil oleh mereka.

Melihat kehidupan kota secara keseluruhan saya jadi menyimpulkan apakah kemampuan untuk tertib antri adalah indikator kemajuan suatu peradaban. Mengapa saya menyimpulkan seperti itu, karena orang maju dan beradab menginginkan suatu kedamaian dan kesejahteraan hidup. Hal tersebut tidak akan pernah tercapai secara adil dan merata jika terjadi banyak konflik. Dan terkadang terus-menerus mengalah juga bukan solusi yang baik dalam pembelajaran untuk mempertahankan hak kita. Jadi kesimpulannya hargai hak orang lain serta komunikasikan pendapat dengan baik, InsyaAllah bangsa ini dapat menuju peradaban yang lebih baik. Amin.

Iklan

Birthday Party

Standar

Kemarin malam di salah satu resto jepang yang ada di kendari diadakan birthday party, saya dan istri turut diundang juga.

Disebelah ini foto kami semua minus saya yang lagi ngambil gambar dan Amna yang berulang tahun yang lagi bayar makanan. Dari kiri ke kanan ada Siska, Nabila, Mamanya Nabila, EKy, Pak Koko, Eda, Ficky.

Setelah nemenin papa dan mamanya makan Nabila yang digendong tante siska bobo terus sepanjang kita berada di Mall. Walau suasana Mall sedang bising, karena kebetulan food courtnya bersebelahan dengan arena bermain, dia tetap saja bobo dengan pulasnya seakan tidak terganggu oleh kebisingan anak2 yang bermain di situ.

Oiya ini foto satu lagi yang menampilkan pihak yang mengundang, saya bakalan kena getok kalo gak nampilin, udah ditraktir eh malah kagak ditampilkan, hahaha. Yang berulang tahun berada di paling kanan foto ini. Foto ini tak lupa juga diwarnai aksi narsis istri saya (ehm. maaf), mamanya Nabila yang walau sudah beranak satu tapi tetep trendy dan cantik (biar gak digetok sampai di rumah).

Acara tersebut berakhir jam 9 dengan penutup belanja tentunya, suatu hal yang entah mengapa disukai oleh kaum wanita. Padahal kan menghabiskan banyak sumber daya, iya gak sih? ha ha ha

At last, happy birthday friends, wish u all the best.

Kecanduan Plurk

Standar

Beberapa hari ini saya mencoba join situs pertemanan baru yang direkomendasikan oleh teman. Situs tersebut beralamat www.plurk.com. Mungkin situs ini sudah lama ada, akan tetapi karena kesibukan dan lain hal jadi saya baru bisa join beberapa hari yang lalu.

Konsep dari situs ini adalah semacam blog mini yang bisa berisi kegiatan atau uneg uneg kita dan langsung dapat diberikan komentar oleh si pembaca, notabene teman-teman kita maupun semua plurker (istilah saya sendiri. red) di dunia. Desainnya simple dan cocok untuk pengguna awam seperti saya.

Salah satu daya tarik plurk selain simplicitynya adalah karma, yaitu poin atau nilai yang diberikan kepada plurker jika dapat menambah teman ataupun rajin mengupdate plurknya sendiri. Nah karma ini dapat berkurang jika kita kehilangan teman maupun kehilangan penggemar atau plurker lain yang membaca dan mengikuti plurk kita. Meskipun simple dan mudah pengoperasiannya, akan tetapi sampai sekarang saya belum dapat menambahkan halaman plurk ke dalam widget blog ini. Entah mengapa?

Semoga kecanduan plurk ini tidak melunturkan kecintaan kita pada blog yah, karena it’s different things actually.

Acer beat Vaio

Standar
Acer beat vaio

Acer beat vaio

Foto ini diambil 27Agustus 2008. Ceritanya pada suatu hari gak tau kenapa keyboard laptop tetangga sebelah ngadat.. Alhasil beliau tumpuk aja gitu dengan keyboard external… lucu kan??

Review E61i

Standar

Tiga bulan sudah saya memakai ponsel E61i, selama itu pula banyak kegunaan yang dapat dimanfaatkan dari ponsel bisnis ini, antara lain saya biasa menggunakannya untuk akses internet, chatting dengan software tambahan yang bisa diunduh lewat ponsel ini juga serta fitur-fitur hiburan yang lain. Seperti layaknya ponsel bisnis kebanyakan E61i tidak didesain untuk memaksimalkan fitur hiburan. Untuk suara speaker belum stereo, kameranya cukup bagus walau hanya 2 megapixel. Untuk lebih maksimal pakai modus malam, hasil pemotretan akan lebih bagus akan tetapi shutter lagnya agak lama, sekitar 5 detik. Keyboard qwertynya nyaman sekali dipakai.. Tidak keras dan spacenya cukup luas.
Yang mungkin agak sedikit mengganggu adalah desainnya yang kaku agak mirip kalkulator. Akan tetapi dengan layar yg cukup besar mungkin tidak banyak pilihan desain yg bisa dibuat produsen, apalagi dengan adanya keyboard qwerty. Selain itu fitur office yang ditanamkan juga kurang dapat saya fungsikan dengan baik.
Kesimpulannya, ponsel ini cukup bagus untuk kita yang membutuhkan akses internet bagus dan gambar yg maksimal karena layarnya cukup besar. Dari 5 bintang saya memberi 4 untuk ponsel ini… Sugoi..

NB: blog ini saya tulis dengan E61i