Kasus Ibu Prita dan J-Dorama

Standar

Melihat perkembangan kasus ini saya jadi tertarik untuk mencari dan membaca berita selengkapnya mulai dari asal muasal kasus ini. Mulai dari bagaimana Ibu Prita mengungkapkan kekesalannya atas ketidakbecusan RS bertaraf internasional dalam merawat (melayani) pasiennya sampai ke tuntutan yang dilayangkan RS Omni atas pencemaran nama baik dan fitnah yang dituduhkan pada ibu prita. Dengan asumsi kasus ini seperti sebagaimana ditutrkan ibu Prita dalam emailnya saya pribadi berpendapat adanya salah diagnosa yang berujung malpraktek pada kondisi ibu Prita pada saat itu.
hal ini mengingatkan saya pada J-Dorama, drama jepang yang berjudul “taiyo wa shizumanai” atau terjemahan inggrisnya “sunshine forever” atau “sun will never set”. Dalam dorama ini dikisahkan bahwa ibu sang tokoh utama meninggal di rumah sakit setelah beberap jam dilarikan kesana akibat sakit pada perutnya. Diagnosa dokter pada waktu itu adalah korban meninggal karena kelelahan. Adapun tokoh utama disini tidak mempercayai keterangan dari rumah sakit tersebut karena dalam proses krematorium ibunya ditemukan pisau bedah yang kemungkinan sebelumnya berada pada perut sang ibu. Hal ini yang memberanikan anak yang duduk di sekolah menengah atas itu melakukan tuntutan hukum kepada pihak RS atas kematian ibunya.
Ternyata usut punya usut, pihak RS melakukan kesalahan diagnosa, yaitu salah membaca rekam medik pasien. Ibu tersebut yang seharusnya cuma sakit maag. Akan tetapi rekam mediknya tertukar dengan pasien lain yang ternyata didiagnosa menderita usus buntu akut. Karena dalam proses operasi dokter tidak menemukan penyakit pada usus buntunya. Akhirnya tim dokter tersebut panik dan segera menutup jahitan di perut sang ibu dengan meninggalkan pisau bedah disana.
Kasus ini di peradilan akhirnya dimenangkan oleh sang anak, dan pihak RS mengakui bahwa mereka melakukan kesalahan diagnosa. Akan tetapi pihak RS tidak menuntut balik si pelapor, nah disini bedanya.
Semoga nanti kasus ini dapat diselesaikan dengan cara baik, dan happy ending untuk bu prita sekeluarga. Amiin

7 thoughts on “Kasus Ibu Prita dan J-Dorama

  1. Kl ngliat tuntutan perdatanya yang minta 300M itu lho, kayanya mengada2 banget.
    kl bu prita punya duit segitu mah mending dia mbangun rumah sakit sendiri…
    ketauan banget kl dia cuma mau nyari untung doang.
    lagipula, hakimnya itu gimana sih, kok bisa2nya malah memenangkan tuntutan rumah sakit itu. mangnya dia g tau apa kl jadi hakim itu sama halnya dia menaruh kaki nya sebelah di neraka dan sebelah di surga.. kl sampe dia salah ngambil keputusan, sama aja dia menceburkan dirinya kedalam neraka.
    Yah.. itu sih kl hakim dan jaksanya punya hati nurani dan percaya dengan adanya Allah sih…
    tapi kl engga ya.. kaya kejadian ibu prita tersebut..
    aku rasa bu prita kalah langkah deh. harusnya dia kemaren langsung nuntut rumah sakit itu aja daripada nulis di imel.
    Dunia… dunia.. rasa-rasanya kiamat dah makin deket…

    Semoga bu prita dapat melewati ujian dari Allah dengan sukses dan mendapatkan pahala yang setimpal. Amin..

  2. rwidagdo

    Amiin, sedih juga liat bu prita.. udah jadi korban salah diagnosa… tidak dilayani dengan seharusnya trus dituntut lagi…
    Tapi saya tetep percaya ini akan berakhir dengan baik untuk bu prita..
    Semoga Tuhan mendengar doa kita dan bloggers se-indonesia.. Amiin

  3. @adis: yang dilawan siapa dis? bu prita po OMNInya? wkwkwkwk…
    @aang: aneh yah, kalo gak ngerasa salah gak usah kayak kebakaran jenggot gitu yah? trus jaksa juga bisa2nya menjerat pake UU ITE…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s