Potret Kebersahajaan

Standar

Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi sebuah toko buku terkenal untuk mencari bahan kuliah. Sembari memilih-milih buku, saya melihat sebuah keluarga juga sedang berada di toko buku tersebut. keluarga itu terdiri dari ayah, ibu dan tiga orang anaknya yang masih kecil. Sembari menunggu ayahnya memilih buku, sang ibu mengajak ketiga anaknya untuk melihat DVD permainan anak-anak. Saya terkejut sekali melihat kegembiraan anak-anak tersebut terutama anak yang paling kecil yang baru berumur kurang dari dua tahun. Dia dapat benar-benar tertawa disaat tayangan di monitor menunjukkan hal hal yang lucu. Tipikal anak cerdas mungkin, demikian pikir saya.

Akhirnya saya tertarik untuk membeli salah satu DVD untuk anak saya di rumah. Selang beberapa waktu saya tidak mendapatkan buku yang saya cari dan ingin membayar DVD serta buku lain yang saya beli. Saya kebetulan bertemu kembali dengan keluarga tersebut di kasir. Keluarga tersebut tidak berpakaian mewah, akan tetapi sang ayah membeli banyak buku, begitu banyaknya sehingga harus sebagian disimpan dalam tas punggung yang dibawanya. Saat pandangan saya lebih menyelidik, maka saya menemukan sebuah lambang BUMN terkenal di negeri ini tercetak pada topi sang ayah. Keluarga tersebut telah menggugah saya akan arti substance over form. Keluarga tersebut memilih membeli buku daripada harus mengeluarkan uang berlebih untuk membeli pakaian mode terbaru dan fashion yang lain. Jika ditafsirkan secara bebas berarti mereka menganggap ilmu pengetahuan jauh lebih penting daripada penampilan. Sungguh filosofi yang jarang ditemukan dalam jaman metropolitan saat ini.

7 thoughts on “Potret Kebersahajaan

  1. itu berkaitan dgn hobby hun..
    hobi mereka membaca,jd senang menghamburkan uang utk beli buku..

    kalo eike,hobi beli baju,tas,sepatu.. jadi gak senang menghamburkan duit utk beli buku.. xixixi..

  2. rwidagdo

    @jerz: selamat datang….

    @Raffaell: setuju bro… terkadang form over substance..

    @Hunny: hobi yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat (banyak) ^_^V

    @Adis: lho kok bisa nebak gitu? hehehe

  3. hahaha.. sebenarnya ada lagi yang perlu diwaspadai daripada belanja buku yaitu: apakah buku itu akan dibaca. karena ada juga yang maruk beli buku, tapi buku ga beres beres dibacanya. tapi.. setidaknya ada dulu, ntar kalo mo dibaca tinggal diambil (itu alasan gw ke istri) hahahaha

  4. donnyyordan

    hiks terharu mas saia…

    betapa bukuku masih belum sebanyak bapak itu dan keluarganya

    dan yang paling penting
    “Keluarga tersebut memilih membeli buku daripada harus mengeluarkan uang berlebih untuk membeli pakaian mode terbaru dan fashion yang lain. Jika ditafsirkan secara bebas berarti mereka menganggap ilmu pengetahuan jauh lebih penting daripada penampilan”

    kata yang sungguh luar biasa

    cek tkp
    http://www.yordaniac.co.cc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s