Rumahku, Surgaku

Standar

Tidak tahu kenapa, semenjak pindah ke rumah baru saya merasa jadi “orang rumahan”, seneng banget pulang ke rumah. Mungkin saja karena rumah baru, suasana berubah ataukah gak punya duit buat kemana-mana, hehehe. Padahal kalo papanya lagi di rumah, ganti Little nabila yang main sama anak tetangga sebelah, istri juga masih kerja sampai akhir tahun. tapi herannya kok saya tetep enjoy banget di rumah ini.

Benar kiranya pepatah “Rumahku, Surgaku”, yang kurang lebih artinya rumah diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Rumah yang diusahakan dengan perasan keringat ini tampak berdiri kokoh disamping rumah-rumah yang setipe. Berwarnakan abu-abu dan campuran putih membuat kesan minimalisnya terpancar. Walau rumah ini masih dalam status under construction, akan tetapi tidak mengurangi kesenangan penghuninya untuk menempati.

Walaupun harga beli rumah baru terbayar lunas di tahun 2024, kira2 setelah indonesia jadi tuan rumah piala dunia, tapi insyaAllah jerih payah kerja saya dan istri selama ini berwujud dan terbayar impas. dan sudah dapat melepaskan diri dari julukan kontraktor yang selama ini melekat.

Masih tak percaya, sembari mengucap syukur atas kuasa Allah Subhanahu Wata’ala yang mengijinkan kami pasangan pegawai negeri yang baru bekerja seumuran jagung mendiami sebuah properti pribadi di bilangan jombang-ciputat, daerah antara bintaro dan serpong atau yang sering disebut BSD yang singkatan dari Bintaro Sonoan Dikit :D 

Mulai hari Jum’at tanggal 25 Desember 2009 kemarin kami resmi mempunyai alamat baru: 

Komplek Dhaya Pesona

Blok B2, No.23

Jl.Raya Astek, Jombang-Ciputat

Semoga rumah ini dapat menjadi “Surga” untuk keluarga kami.. amin

14 thoughts on “Rumahku, Surgaku

  1. aang

    Keren… kalian udah berinvestasi dalam bentuk pembelian rumah.
    Menurut penilaian saya pribadi rumahnya bagus kok. Tinggal dipermak pelan-pelan. Klo bisa mas warna dinding dalamnya di ganti dengan yang lebih cerah. biar berasa hidup dan bagus buat nabila.
    *sotoy mode on*

    • rwidagdo

      hehehe.. iyah, musti pelan2 emg.. kalo ngebut gak cukup bensinnya.. hehehe

      hari ini pasang taman, insyaallah bisa lebih teduh😀

    • rwidagdo

      selamat datang di dhaya pesona mas zainal, kalo menurut kami2 yang telah mendiami sih.. tidak banyak dari kami yang puas dengan kinerja developer..
      kami harus proaktif untuk mendapatkan hak-hak kami.. masalah waktu pengerjaan, kerapian dsb..
      ngomong2 di blok apa yah mas belinya?

      • rwidagdo

        hasil akhirnya? mengecewakan sekali sih tidak.. tapi ada beberapa yang memang harus diperbaiki lagi..
        prosedur komplainnya tidak ribet kok.. yg lama penanganannya.. kebetulan saya mengalami gonta-ganti kontraktor..
        jadi sampai jaminan abis jg belum dibenerin..😦
        yang kayak gitu terjadi bukan di dhaya saja kok mas… kitanya yang musti tegas dan telaten komplain..🙂
        anyway, sampai sekarang kami bahagia kok tinggal di dhaya… semoga mas zainal sekeluarga jg demikian..😀

      • halo, saya masih calon pembeli dhaya tahap 2 (grand dhaya). lagi cari informasih nih…

        ada komentar mengenai premanisme disana, tapi karena postingannya sudah lebih dari setahun lalu, saya ingin tahu apakah masalah tersebut masih ada disana??

        minggu lalu ke sana, nampak banyak rumah yang tidak ditinggali, kalau ada info, apakah ada masalah sehingga banyak yang tidak tinggal disana? atau kah banyak yang beli untuk investasi?

        kalo boleh share, apakah ada hal-hal lain yang perlu diwaspadai sebelum membeli rumah disana???

        sebelumnya, terimakasih banyak untuk sharing infornya🙂

      • rwidagdo

        halo pak/bu, salam kenal..
        langsung saja mengenai premanisme di sekitar komplek mungkin bapak/ibu lebih update mengenai hal itu daripada saya🙂, kebetulan mulai 2 tahun lalu rumah di dhaya pesona saya kontrakkan ke orang lain. Tapi setelah adanya penyerahan manajemen komplek dari developer ke warga tampaknya isu premanisme ini sudah lebih berkurang. Posisi warga sekarang tidak sendiri-sendiri seperti dulu pada awal komplek dibangun, satpam juga yang memperkerjakan adalah warga, bukan lagi developer jadi relatif bisa ditangani.
        Oiya, di dhaya pesona kontraktornya beragam jadi pekerjaannya kurang bagus, terutama atap, banyak yang mengeluh atapnya kurang bagus, bocor dsb. itu yang mungkin perlu jadi perhatian bapak/ibu ketika memutuskan membeli rumah di dhaya/grand dhaya. Terimakasih atas kunjungannya😀

  2. halo mas salam kenal.
    saya baru booking fee di GDP. tapi setelah booking fee ini saya baru ngeh kalau ada beberapa posting negatif mengenai GDP itu sendiri, masalah pengerjaaan yang lebih dari setahun, tanah yg akan dipakai untuk jalan tol sampe uang yg dibawa kabur oleh tim marketing GDP.
    kalau mas punya kenalan penghuni GDP saya boleh minta kontaknya kah?
    biar bisa tanya tanya informasi.
    terima kasih banyak sebelumnya.

    • Mohon maaf mbak nadifa, telat responnya.. kebetulan ini blog lama sekali tidak terurus.
      Untuk GDP saya pribadi agak kurang informasi apalagi skrg kami tidak sedang tinggal di sana, mohon maaf.
      Dari pengalaman kami di dhaya pesona, developer memang memperkerjakan kontraktor yang berbeda2, dan ini perlu pengawasan. Beberapa kawan memang agak kecewa dengan pengerjaannya.. masalah tanah saya pribadi kurang jelas informasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s