Potret Kebersahajaan

Standar

Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi sebuah toko buku terkenal untuk mencari bahan kuliah. Sembari memilih-milih buku, saya melihat sebuah keluarga juga sedang berada di toko buku tersebut. keluarga itu terdiri dari ayah, ibu dan tiga orang anaknya yang masih kecil. Sembari menunggu ayahnya memilih buku, sang ibu mengajak ketiga anaknya untuk melihat DVD permainan anak-anak. Saya terkejut sekali melihat kegembiraan anak-anak tersebut terutama anak yang paling kecil yang baru berumur kurang dari dua tahun. Dia dapat benar-benar tertawa disaat tayangan di monitor menunjukkan hal hal yang lucu. Tipikal anak cerdas mungkin, demikian pikir saya.

Akhirnya saya tertarik untuk membeli salah satu DVD untuk anak saya di rumah. Selang beberapa waktu saya tidak mendapatkan buku yang saya cari dan ingin membayar DVD serta buku lain yang saya beli. Saya kebetulan bertemu kembali dengan keluarga tersebut di kasir. Keluarga tersebut tidak berpakaian mewah, akan tetapi sang ayah membeli banyak buku, begitu banyaknya sehingga harus sebagian disimpan dalam tas punggung yang dibawanya. Saat pandangan saya lebih menyelidik, maka saya menemukan sebuah lambang BUMN terkenal di negeri ini tercetak pada topi sang ayah. Keluarga tersebut telah menggugah saya akan arti substance over form. Keluarga tersebut memilih membeli buku daripada harus mengeluarkan uang berlebih untuk membeli pakaian mode terbaru dan fashion yang lain. Jika ditafsirkan secara bebas berarti mereka menganggap ilmu pengetahuan jauh lebih penting daripada penampilan. Sungguh filosofi yang jarang ditemukan dalam jaman metropolitan saat ini.

Iklan