Balada Kolong Semanggi

Standar

Bagi pengendara motor yang pernah melalui jalan sudirman pasti tidak asing dengan kolong jembatan semanggi di depan plaza semanggi. Karena hanya jika kita masuk jalur lambat saja, kita dapat melewati jalan tersebut. Sebelumnya saya perhatikan jalan tersebut berkali-kali rusak dan berkali-kali itu pula diperbaiki dengan diaspal kembali. Tetapi naasnya setiap kali hujan, aspal yang telah dibenamkan ke jalan tersebut terkelupas dan hanyut bersama air. Fenomena ini yang membuat kita berpikir, mengapa hal tersebut terjadi berulang-ulang, (mungkin sudah dari jaman orde lama yah?) Bukankah menurut peribahasa keledai tidak terjatuh dua kali di lobang yang sama? Bukan bermaksud menyamakan manusia dengan keledai, akan tetapi saya hanya tidak habis pikir jika ada orang yang tidak mau belajar dari pengalaman.

Menurut analisa saya (IMHO), gorong2 di sekitar jalan tersebut terlalu kecil dan tidak mampu menampung debit air hujan yang terlalu banyak. Sehingga air terus menerus menggenang, bahkan sampai setengah hari. Setelah bertahun-tahun terjadi demikian, kini tampaknya pengelola jalan tersebut lebih kreatif, yaitu dengan mengganti aspal dengan jalan yang terbuat dari beton. Hal ini mungkin berhasil meningkatkan ketahanan jalan terhadap air hujan. Tapi apakah air tidak akan menggenang lagi? Kita lihat saja nanti.